Langsung ke konten utama

TINJAUAN TEORI AKUNTANSI POSITIF TERHADAP FENOMENA CREATIVE ACCOUNTING Oleh : Dani Usmar, S.E.



TINJAUAN TEORI AKUNTANSI POSITIF TERHADAP FENOMENA CREATIVE ACCOUNTING
Oleh :
Dani Usmar, S.E.


Abstrak
Organisasi bisnis merupakan tempat pertemuan berbagai macam kontrak kepentingan (nexus of contract), antara pemilik dan manager atau manager dan pihak lain yang berkepentingan terhadap kelangsungan perusahaan. Dalam proses akuntansi, ada dimensi politis yang terlibat di dalamnya, karena seperti yang ditekankan dalam teori keagenan bahwa angka-angka akuntansi memainkan peran penting dalam menekankan konflik antara pemilik perusahaan dan pengelolanya. Manager mempunyai posisi istimewa dalam perusahaan, sehingga creative accounting dilakukan oleh manager dalam proses pelaporan keuangan suatu organisasi karena mereka mengharapkan manfaat dari tindakan tersebut. Creative accounting dapat memberikan gambaran akan kecenderungan perilaku menager dalam melaporan kegiatan usahanya dan adanya motivasi mereka untuk mengatur data keuangan yang dilaporkan pada periode tertentu. Amat et al. (2003) menyatakan potensi yang menyebabkan adanya creative accounting adalah: (a) Regulator flexibilit,(b) Kekurangan peraturan, (c) Manajemen telah memperimbangkan lingkup untuk mengestimasi kebebasan pemilihan kebijakan, (d) Transaksi yang sesungguhnya dapat diatur untuk member kesan sesuai yang diinginkan dalam akun-akun, (e) Transaksi yang dibuat-buat dapat dimasukkan untuk memanipulasi jumlah neraca dan untuk memindahkan keuntungan antar periode akuntansi, (f) Reklasifikasi dan penyajian angka-angka keuangan. Dari berbagai tehnik di atas, jelaslah bahwa creative accounting dapat dilakukan karena manajer mengetahui celah dalam aturan akuntansi yang dapat mereka manfaatkan untuk meningkatkan keuntungan pribadi (atau dapat juga keuntungan perusahaan) tanpa melanggar kebijakan yang telah ditentukan. Hal ini dimungkinkan karena manajer berperan langsung dalam mengendalikan aktivitas perusahaan dan karena adanya kontrak yang telah mereka buat dengan pemilik. Menarik untuk dipertanyakan adalah motivasi apa yang melandasi manajer untuk melakukan creative accounting. Dalam perspektif ekonomi,Teori akuntansi positif dapat menjelaskan bahwa creative accounting dipengaruhi oleh kerangka ekonomi yang bertujuan untuk self-interest. Dari segi etika creative accounting dianggap tidak etis, bahkan merupakan bentuk dari manipulasi informasi sehingga menyesatkan para pemakainya. Namun, dalam pandangan teori akuntasi positif sepanjang creative accounting tidak bertentangan dengan prinsip akuntansi berterima umum, maka hal ini tidak dipermasalahkan. Dalam pandangan teori keagenan perilaku yang tidak semestinya oleh manajer terjadi akibat adanya posisi istimewa mereka dalam kegiatan perusahaan, sehingga mereka memiliki asimetri informasi dalam penyajian laporan keuangan yang tidak terlepas dari pertimbangan ekonomi bagi kepentingan mereka.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kritik Terhadap Teori Akuntansi Positif

Sebagai teori yang hadir setelah teori normatif, teori akuntansi positif tidak luput dari beberap kritik atas pendekatan yang digunakannya. Berikut beberapa peneliti yang melakukan kritik dan dikelompokkan menjadi 3 kelompok  (Januarti, 2004) yaitu : (1) kritik terhadap filosofi, positif menganut bahwa peneliti berada di luar area penelitian serta memakasimalkan utilitynya. Hal ini tidak mungkin terjadi karena peneliti selalu berada pada area yang ditelitinya dan maksimalitas utility tidak mungkin dicapai hanya sebatas pada kepuasan (Simons dalam Januarti, 2004).  (2) kritik terhadap metodologi, teori positif menganut pendekatan bahwa maksimalisasi keuntungan dapat diperoleh melalui harga keseimbangan pasar. Hal ini tidak mungkin karena penelitian dengan harga keseimbangan pasar sangat sedikit pengaruhnya terhadap kontribusi penelitian akuntansi. (3) kritik terhadap penelitian dengan pendekatan ekonomi, yaitu pemaksimalisasi individu yang tidak mungkin atau tidak mudah ...

Karakteristik Kualitatif Informasi Keuangan Berguna (SFAC 8)

Karakteristik Kualitatif Informasi Keuangan Berguna 3. QC1       QC 1 Karakteristik kualitatif dari informasi keuangan yang berguna adalah untuk mengidentifikasi jenis informasi yang mungkin paling berguna kepada kreditur dan investor yang potensial, serta kreditur lainnya untuk membuat keputusan perusahaan berdasarkan informasi dalam laporan keuangan (informasi keuangan). QC2       QC 2 Laporan keuangan memberikan informasi tentang sumber ekonomi perusahaan, klaim terhadap entitas pelaporan dan efek dari transaksi dan peristiwa, serta kondisi mengenai perubahan sumber daya dan klaim. Selain itu laporan keuangan berisi   tentang harapan manajemen dan strategi untuk entitas pelaporan dan jenis informasi lainnya ke depan. (Informasi ini disebut dalam Kerangka konseptual sebagai informasi tentang fenomena ekonomi.) QC3        QC 3 Karakteristik kualitatif information keuangan berguna...

CASE STUDY TOM BRITISH AIRWAYS HITS TURBULENCE

CASE STUDY TOM BRITISH AIRWAYS HITS TURBULENCE I.                     COMPANY PROFILE British Airways yang berpusat di Inggris merupakan maskapai penerbangan yang terbesar di Inggris dan dunia. Pusat operasi berada di Bandar Udara London Heathrow dan Gatwick serta beberapa bandar udara kecil seperti di Manchester dan Bandar udara Birmingham. British Airways memulai operasinya pada tahun 1919 yang bernama British Airways, Aircraft Transport dan Travel (AT & T)yang memiliki empat maskapai Britania - Instone, Handley Page, Daimler Airways (penerus AT&T), serta British Air Marine Navigation yang kemudian menjadi Imperial Airways. Maskapai ini melayani rute ke Australia dan Afrika. Tidak lama berselang didirikan juga maskapai penerbangan yang benama sama yaitu British Airways Ltd. Pada tahun 1939, pemerintah memerintahkan kedua perusahaan untuk bersatu dan menjadi British Overs...