Langsung ke konten utama

Kebijakan Pemerintah dan Pasar International





Terkadang rent seeking memanifestasikan dirinya dalam bentuk keterlibatan pemerintah dalam pasar internasional. kebijakan tersebut biasanya berupa tarif atau kuota yang dirancang untuk menguntungkan perusahaan dan pekerja tertentu dengan mengorbankan orang lain. dalam bagian ini, kita akan membahas bagaimana kebijakan tarif pemerintah dan kuota mempengaruhi keputusan manajerial.

Quota

Merupakan pembatasan yang membatasi jumlah barang impor yang secara hukum dapat memasuki negara. tujuan kuota adalah untuk membatasi jumlah unit produk yang pesaing asing dapat membawa ke negara itu. Sebagai contoh kuota impor mobil Jepang membatasi jumlah mobil mobil Jepang yang dapat dijual di Amerika Serikat. ini mengurangi persaingan di pasar mobil domestik, yang menghasilkan harga mobil yang lebih tinggi, keuntungan yang lebih tinggi bagi perusahaan domestik, dan surplus konsumen yang lebih rendah untuk konsumen dalam negeri. produsen dalam negeri sehingga mendapatkan keuntungan dengan mengorbankan konsumen dan produsen asing.


Tariffs

Tarip, sama seperti kuota, dirancang untuk membatasi kompetisi asing di pasar domestik, untuk menguntungkan produsen domestik. manfaat bagi produsen dalam negeri bertambah dengan mengorbankan konsumen dan produsen asing. Terdapat dua jenis tarif, antara lain adalah :

·         Lump sum tariffs
       adalah biaya tetap yang sebuah perusahaan yang mengimpor harus membayar pemerintah dalam negeri untuk memiliki hak hukum agar dapat menjual produk di pasar domestik.  Diterapkan untuk barang yang elastis: banyak penggantinya, awet, mahal, tidak penting, dan tidak serba guna. Misalnya sepatu, baju, dan tas.

·         Exercise tariffs (per unit)
       Adalah biaya sebuah perusahaan yang mengimpor harus membayar kepada pemerintah dalam negeri pada setiap unit yang dibawa ke negara itu. Untuk barang inelastis. Misalnya beras.

       Cara menghadapi eksternalitas negatif:                 
·         Haki (Hak Kekayaan Intelektual)
·         Mensertifikasi agar tidak menipu
·         Pajak (untuk menghukum eksternalitas negatif) dan subsidi (untuk korban)
·         Poluter pay principle (pembuat polusi harus membayar polusi yg dikeluarkan)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kritik Terhadap Teori Akuntansi Positif

Sebagai teori yang hadir setelah teori normatif, teori akuntansi positif tidak luput dari beberap kritik atas pendekatan yang digunakannya. Berikut beberapa peneliti yang melakukan kritik dan dikelompokkan menjadi 3 kelompok  (Januarti, 2004) yaitu : (1) kritik terhadap filosofi, positif menganut bahwa peneliti berada di luar area penelitian serta memakasimalkan utilitynya. Hal ini tidak mungkin terjadi karena peneliti selalu berada pada area yang ditelitinya dan maksimalitas utility tidak mungkin dicapai hanya sebatas pada kepuasan (Simons dalam Januarti, 2004).  (2) kritik terhadap metodologi, teori positif menganut pendekatan bahwa maksimalisasi keuntungan dapat diperoleh melalui harga keseimbangan pasar. Hal ini tidak mungkin karena penelitian dengan harga keseimbangan pasar sangat sedikit pengaruhnya terhadap kontribusi penelitian akuntansi. (3) kritik terhadap penelitian dengan pendekatan ekonomi, yaitu pemaksimalisasi individu yang tidak mungkin atau tidak mudah ...

Karakteristik Kualitatif Informasi Keuangan Berguna (SFAC 8)

Karakteristik Kualitatif Informasi Keuangan Berguna 3. QC1       QC 1 Karakteristik kualitatif dari informasi keuangan yang berguna adalah untuk mengidentifikasi jenis informasi yang mungkin paling berguna kepada kreditur dan investor yang potensial, serta kreditur lainnya untuk membuat keputusan perusahaan berdasarkan informasi dalam laporan keuangan (informasi keuangan). QC2       QC 2 Laporan keuangan memberikan informasi tentang sumber ekonomi perusahaan, klaim terhadap entitas pelaporan dan efek dari transaksi dan peristiwa, serta kondisi mengenai perubahan sumber daya dan klaim. Selain itu laporan keuangan berisi   tentang harapan manajemen dan strategi untuk entitas pelaporan dan jenis informasi lainnya ke depan. (Informasi ini disebut dalam Kerangka konseptual sebagai informasi tentang fenomena ekonomi.) QC3        QC 3 Karakteristik kualitatif information keuangan berguna...

CASE STUDY TOM BRITISH AIRWAYS HITS TURBULENCE

CASE STUDY TOM BRITISH AIRWAYS HITS TURBULENCE I.                     COMPANY PROFILE British Airways yang berpusat di Inggris merupakan maskapai penerbangan yang terbesar di Inggris dan dunia. Pusat operasi berada di Bandar Udara London Heathrow dan Gatwick serta beberapa bandar udara kecil seperti di Manchester dan Bandar udara Birmingham. British Airways memulai operasinya pada tahun 1919 yang bernama British Airways, Aircraft Transport dan Travel (AT & T)yang memiliki empat maskapai Britania - Instone, Handley Page, Daimler Airways (penerus AT&T), serta British Air Marine Navigation yang kemudian menjadi Imperial Airways. Maskapai ini melayani rute ke Australia dan Afrika. Tidak lama berselang didirikan juga maskapai penerbangan yang benama sama yaitu British Airways Ltd. Pada tahun 1939, pemerintah memerintahkan kedua perusahaan untuk bersatu dan menjadi British Overs...